Berita Malinau Terkini

DPRD Malinau Soroti Kekerasan Anak dan Perempuan, Tiga ahun Terakhir Korban Terus Meningkat

Dalam tiga tahun terakhir di Malinau Kalimantan Utara kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terus meningkatan dan ini disororoti DPRD Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Ketua Komisi 1 DPRD Malinau, Dolvina Damus, saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor DPRD Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (21/1/2025). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-Ketua Komisi 1 DPRD Malinau, Dolvina Damus, menyampaikan berdasarkan data  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Sosial (DP3AS) Malinau tiap tahun kasus kekerasan anak dan perempuan terus bertambah dalam tiga tahun terakhir ini.

"Dari data DP3AS Malinau, kasus kekerasan anak dan perempuan terus bertambah dari tahun ke tahun. Baru-baru ini terjadi di sekolah, dan mirisnya korban seringkali luput dari pendampingan," ujar Dolvina Damus, saat ditemui TribunKaltara di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2025).

Dolvina Damus mengatakan, ia mengetahui hal ini setelah adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama antara Komisi 1 DPRD Malinau dan DP3AS Malinau.

Sebelumnya, Komisi 1 yang membidangi Kesehatan dan Pendidikan DPRD Malinau memanggil dinas terkait, berkaitan dengan tingginya laporan kekerasan anak dan perempuan setiap tahun.

Baca juga: Marak Kasus Kekerasan Anak dan Komitmen Malinau Sebagai Kabupaten Layak Anak; Tak Sekadar Program

Berdasarkan dataTahun 2022, ada 18 korban kekerasan anak dan perempuan. Meningkat pada tahun 2023 menjadi 25 korban. Dan terus naik pada tahun 2024 menjadi 26 korban.

Kondisi ini menuai sorotan terutama karena Malinau Kalimantan Utara digaungkan sebagai Kabupaten Layak Anak atau KLA.

Mirisnya, kondisi ini tak dibarengi dengan upaya serius. Perlindungan terhadap korban anak dan perempuan akibat kasus kekerasan juga minim.

"Kami miris melihat kondisi ini. Kami menerima laporan dari korban yang tak didampingi. Kita harusnya melindungi korban yang berani speak up. Seperti kasus di SMK kemarin," katanya.

Komisi 1 DPRD Malinau menyayangkan dari banyaknya kasus yang berulang setiap tahun, korban seringkali luput dari pengawalan dan pendampingan.

ILUSTRASI -Kekerasan terhadap anak dan perempuan
ILUSTRASI -Kekerasan terhadap anak dan perempuan (TribunKaltara.com)

Angka peningkatan kasus dan pengulangan kejadian serupa harusnya membuka mata pemerintah termasuk komunitas dan masyarakat terkait gentingnya kondisi saat ini.

"Komisi satu memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Bagaimana kondisi korban, pendampingan, dan pencegahan. Kami komitmen mengawal ini sehingga perlindungan penuh untuk anak dan perempuan di Malinau," ungkapnya.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved