Badan Pertanahan Nasional
Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya
Jika sertipikat tanah hilang, pemilik harus segera membuat laporan kehilangan di kepolisian dan mengajukan permohonan sertipikat pengganti.
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang mengajukan keberatan atau sengketa atas tanah tersebut.
Jika seluruh proses berjalan lancar dan tidak ditemukan masalah hukum, Kementerian ATR/BPN akan menerbitkan Sertipikat pengganti yang memiliki kekuatan hukum sama dengan Sertipikat sebelumnya.
“Sertipikat lama yang hilang otomatis dinyatakan tidak berlaku,” pungkas Shamy Ardian.
Kehadiran layanan ini menjadi bentuk perlindungan negara terhadap hak kepemilikan masyarakat.
Saat mengalami kehilangan Sertipikat, masyarakat diimbau tetap tenang, namun tetap siaga dan segera mengurus kehilangan Sertipikat sesuai prosedur resmi agar terhindar dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga didorong untuk melakukan alih media ke Sertipikat elektronik.
Dengan sistem digital yang terintegrasi di Kementerian ATR/BPN, data pertanahan tetap tersimpan dengan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apabila dokumen fisik hilang atau mengalami kerusakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk beralih ke Sertipikat Elektronik agar data pertanahannya lebih aman dan mudah diakses saat diperlukan,” tutup Shamy Ardian.
(Adv)
| Kementerian ATR/BPN Tegaskan Nilai Pancasila Harus Hadir di Setiap Kebijakan |
|
|---|
| Wamen ATR/BPN Ossy Ajak Pemkab Menguatkan GTRA untuk Selesaikan Masalah Pertanahan di Tanah Laut |
|
|---|
| Tinjau PELATARAN di Kantah Kota Banjarbaru, Wamen Ossy: Hindari Masyarakat Menunggu Terlalu Lama |
|
|---|
| Layanan Pertanahan Kini Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN |
|
|---|
| Beli Apartemen tak Cukup Cuma SHMSRS, Cek Juga Hak atas Tanah Dasarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kehilangan-Sertipikat-tanah-bisa-terjadi-karena-berbagai-kondisi.jpg)