Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Bupati Nunukan Asmin Laura Beber Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan yang Terbilang Susah

Bupati Nunukan Asmin Laura beber standar pelayanan minimal bidang pendidikan yang terbilang susah.

TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Bupati Nunukan Asmin Laura menyerahkan bantuan siswa kegiatan SPM untuk jenjang pendidikan TK, PAUD, SD, SMP, dan Kesetaraan di Kantor Bupati Nunukan, Senin (11/01/2021), pagi. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura beber Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan di Kabupaten Nunukan terbilang susah.

Hal itu disampaikan oleh Bupati 2 periode itu seusai menyerahkan bantuan siswa kegiatan SPM untuk jenjang pendidikan TK, PAUD, SD, SMP, dan Kesetaraan di Kantor Bupati Nunukan, Senin (11/01/2021), pagi.

Adapun bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nunukan kepada masing-masing peserta didik yakni berupa perlengkapan belajar dan tas sekolah.

Baca juga: Satpol PP dan Damkar Malinau Banjir Peminat, Pendaftar Pegawai Non PNS Tembus 700 Orang

Baca juga: HUT ke 48, DPC PDI Perjuangan Nunukan Bagikan 48 Tumpeng ke Sesepuh Partai dan 3 Panti Asuhan

Baca juga: Sistem Informasi Terbaik, Pengadilan Negeri Tanjung Selor Raih Peringkat Satu Tingkat Nasional

Asmin Laura mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan mendapat tugas mengatur jenis dan mutu pelayanan dasar untuk jenjang pendidikan TK, PAUD, SD, SMP, dan Kesetaraan. Sementara jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

"Jenis pelayanan dasar yang harus ditangani oleh pemerintah meliputi perlengkapan dasar untuk para peserta didik. Seperti buku dan alat tulis, buku pelajaran. Selain itu juga mengatur pemenuhan kuantitas dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Senin (11/01/2021), pukul 13.00 Wita.

Bahkan, menurut Asmin Laura para peserta didik yang orang tuanya tergolong tidak mampu, maka pihaknya siap membantu memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

"Sekolah yang kebutuhan pelayanan dasarnya terpenuhi secara baik maka memiliki angka SPM yang tinggi. Itu yang menjadi indikator bagi kualitas pembelajaran di sekolah," ucapnya.

Kendati begitu, Asmin Laura mengaku, pemenuhan SPM bidang pendidikan di wilayah perbatasan terbilang susah.

Lantaran , kondisi demografis penduduk, yang mana sebagian masyarakat memiliki kondisi ekonomi kurang mampu sehingga berdampak pada kebutuhan sekolah anak.

Tak hanya itu, letak geografis yang sulit juga membuat penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan belum merata di masing-masing sekolah.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved