Berita Tarakan Terkini

Soal Aturan Rekam Medis, Penasihat Hukum RSUD Tarakan Syafruddin:Tidak Dapat Dikeluarkan Begitu Saja

Soal aturan rekam medis, penasihat hukum RSUD Tarakan Syafruddin: tidak dapat dikeluarkan begitu saja.

Penulis: Rismayanti | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI
Penasehat Hukum RSUD Tarakan, Syafruddin saat ditemui di Polres Tarakan 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Soal aturan rekam medis, penasihat hukum RSUD Tarakan Syafruddin: tidak dapat dikeluarkan begitu saja.

Penasihat Hukum Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tarakan, Syafruddin menjelaskan di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis telah secara eksplisit disebutkan bahwa rekam medis tidak dapat dikeluarkan begitu saja.

"Tapi kalau resume medis itu bisa dikeluarkan. Beberapa waktu lalu pihak Mukhlis sudah meminta dan sudah diberikan oleh rumah sakit," ujarnya, Sabtu (20/2/2021)

Hanya saja kata pria yang biasa disapa Syaf itu mengatakan, mungkin saja pihak keluarga belum memahami apa yang dimaksud dalam resume medis tersebut, sehingga meminta untuk dijelaskan.

Diketahui, terkait rekam medis tersebut telah dijelaskan pihak RSUD Tarakan kepada pihak Mukhlis di pada hari ini.

Baca juga: Soal Resume Medis Ibunya yang Positif Covid-19 di RSUD Tarakan, Pelapor Yakin Kejahatan Terstruktur

Baca juga: UPDATE Tambah 3, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 1.026, 1 Import dari DKI Jakarta & 2 Transmisi Lokal

Baca juga: Dipesan Jokowi, Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Akan Buka Posko Pengawasan Covid-19 di Perbatasan

Selaku penasihat hukum RSUD Tarakan, dirinya tidak turut menghadiri pertemuan terkait penjelasan resume medis itu. Begitu pula dengan pihak penasihat hukum Mukhlis.

"Bahkan polisi juga tidak hadir. Karena saya menginginkan, ini diselesaikan secara persuasif," katanya.

Dia sampaikan, rekam medis tidak layak begitu saja didengarkan karena itu merupakan rahasia jabatan orang.

"Memang isi rekam medis itu milik dari si pasien. Tetapi berkasnya secara formal itu milik rumah sakit. Itu 2 hal yang perlu kita pahami.

Sehingga tidak serta merta siapapun yang meminta rekam medis itu harus kita keluarkan. Tapi kalau ringkasan, oke. Kita sudah berikan," terangnya.

Hal ini telah berproses secara hukum. Maka, kata dia, berikanlah kesempatan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan investigasi penuh.

"Apakah betul terjadi pelanggaran di dalam penanganan pasien ini. Kalau memang terjadi, silahkan dilanjutkan.

Tapi kalau tidak terbukti, maka kita menginginkan diselesaikan, ditutup. Itu aja yang kita minta," jelasnya.

Apapun hasil yang diterima dari kepolisian, dia mengatakan, pihak RSUD Tarakan siap menerima.

"Kita sudah proaktif untuk memberikan penjelasan-penjelasan. Sebenarnya di dalam rekam medis tidak ada hal yang disembunyikan. Cuma kita taat pada aturan bahwa rekam medis tidak boleh diberikan," ucapnya.

Syaf mengatakan, rekam medis akan diberikan jika itu atas perintah pengadilan.

Dia menambahkan, tidak ada yang disembunyikan oleh RSUD Tarakan. Pihaknya hanya melakukannya sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Biarkanlah polisi yang bekerja seprofesional mungkin, apakah layak untuk dilanjutkan secara hukum. Atau kita stop persoalan ini sampai di sini," pungkasnya.

Soal Resume Medis

Sesuai kesepakatan pihak Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tarakan dan pihak pelapor yakni Mukhlis terkait penjelasan mengenai resume medis milik pasien Almarhumah Megawati yang tak lain merupakan Ibu dari pelapor.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tarakan, dr Andi Rizal mengatakan pihaknya telah menjelaskan resume rekam medis tersebut dalam pertemuan yang dilakukan di Polres Tarakan, Sabtu (20/2/2021)

Bahkan kata dr Rizal, sebelum pertemuan itu pun, pihaknya sudah menjelaskan resuman tersebut, karena memang resume medis itulah yang diberikan.

Mengingat di dalam resume medis itu mencatat identitas pasien, riwayat perjalanan penyakit pasien, obat-obat yang diberikan, dan tindakan-tindakan yang diberikan ke pasien.

Baca juga: Kondisi Terbaru Ashanty Positif Covid-19, Sempat Diawanti-wanti dr Tirta, Kini Istri Anang Minta Doa

Baca juga: UPDATE Tambah 6, Positif Covid-19 Malinau Genap 700, Klaster Perusahaan Tambang Berkurang 31 Kasus

Baca juga: Cara Penggunaan Masker yang Benar Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito

"Resume medis itu juga sudah kita kasih. Itu memang kewajiban kami, semua yang dirawat kita berikan itu," ujarnya.

Meski begitu, dia sampaikan masih ada beberapa pihak keluarga pelapor yang mempertanyakan resume tersebut.

"Contohnya, memang kemarin terkait ketikan resume medis itu, teman kami menulis hasil pemeriksaan PCRnya tanggal 22 Desember 2020, dan kesannya kami di Rumah Sakit bahwa mengcovidkan pasien," katanya.

Mengenai salah pengetikan tersebut, pihak RSUD Tarakan mengakui soal salah pengetikan itu.

Namun untuk membuktikan itu, dr Rizal sampaikan bahwak pihaknya memiliki bukti berupa hasil pemeriksaan PCR yang itu telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dan Kementerian Kesehatan secara online.

"Dan memang pemeriksaan PCR hasilnya baik itu negatif ataupun positif, kita laporkan secara online. Dari hasilnya (pemeriksaan PCR pasien Megawati) memang positif," tuturnya.

Pelapor minta rekam medis

Sebelumnya diberitakan, 40 hari pasca meninggalnya sang ibu, pelapor RSUD Tarakan minta rekam medis almarhumah diserahkan.

Pasca kepergian sang Ibu tercinta yang merupakan pasien Covid-19 di Tarakan, pelapor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Mukhlis meminta rekam medis milik Ibunya ke pihak RSUD Tarakan.

Namun, hingga kini rekam medis tak kunjung diberikan oleh pihak RSUD Tarakan. Padahal sebagai anak, dirinya ingin mengetahui rekam medis sang Ibu.

Baca juga: UPDATE Tambah 23, Kasus Positif Covid-19 Kaltara Jadi 6.825, Kluster RSUD Tarakan Mendominasi

Baca juga: Kembangkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Ini Harapan Direktur Utama RSUD Tarakan dr Hasbi

Baca juga: Bentuk Posko Korban Dugaan Kelalaian RSUD Tarakan, LNP-PAN Kaltara Klaim Telah Terima 18 Aduan

"Sudah 40 hari kita minta sejak awal soal isi rekam medis, karena di Undang-undang Praktek Kedokteran maupun Permenkes bahwa pasien dan keluarga pasien itu berhak menerima isi rekam medis," ujarnya, Jumat (19/2/2021) sore.

"Itu jelas tertuang tidak ada dalam narasi Undang-undang itu bahwa dikecualikan dalam persoalan hukum, tidak ada. Jadi mau dalam keadaan apapun itu berhak di berikan," katanya.

Dia menambahkan, yang menjadi persoalannya adalah RSUD Tarakan menutupi hal tersebut. Padahal menurutnya keluarga pasien pun berhak mengetahui rekam medis pasien.

"Kalau ditutupi ini yang menjadi tanda tanya betul. Polisi minta nggak dikasih, keluarga pasien minta nggak dikasih," tambahnya.

Sementara itu dia sampaikan, pihaknya dan RSUD Tarakan telah bersepakat untuk pihak RSUD Tarakan memberikan penjelasan secara detail terkait kesimpulan dari rekam medis tersebut.

"Karena itu perintah Undang-undang dan mereka juga bersedia untuk memberikan penjelasan itu," jelasnya.

Dirinya berharap akan ada titik terang dari penjelasan yang akan diberikan oleh pihak RSUD Tarakan nantinya, guna menjawab berbagai macam hal yang pada satu kesimpulan bahwa Ibunya benar-benar menderita sakit jantung.

Baca juga: Keluarga Pasien Covid-19 Laporkan Pihak RSUD Tarakan, Polres Tarakan Tegaskan Bergerak Cepat

Baca juga: Bantah Ada Penyiraman dan Penganiayaan Pasien Covid-19, RSUD Tarakan Serahkan Rekaman CCTV ke Polisi

Baca juga: Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 Meningkat, RSUD Tarakan Perpanjang Penutupan Beberapa Pelayanan

"Maka kami berharap apa yang mereka lakukan itu sesuai dengan penanganan pasien sakit jantung. Kami ingin buktikan itu besok, apakah itu betul dilakukan atau tidak," ungkapnya.

Dia menyampaikan dia sebagai keluarga pasien tentunya harus mengetahui hal tersebut, dan kewajiban dari Rumah Sakit untuk memberu informasi tersebut.

"Tidak kemudian diberikan satu hal yang bagi kami secara ilmu kedokteran tidak paham. Dibuat semacam isi rekam medis yang hanya berisi tentang kesimpulan-kesimpulan. Itu butuh penjelasan secara khusus dan detail," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved