Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Petani Mengadu Gabah Belum Dibayar, Bupati Malinau Wempi W Mawa Jelaskan Penyebabnya, Ini Janjinya

Petani mengadu gabah belum dibayar, Bupati Malinau Wempi W Mawa jelaskan penyebabnya, ini janjinya.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat berdialog bersama Petani di Desa Tanjung Lapang dan Kuala Lapang di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin sore (31/5/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Petani mengadu gabah belum dibayar, Bupati Malinau Wempi W Mawa jelaskan penyebabnya, ini janjinya.

Dalam Dialog bersama Petani di Desa Tanjung Lapang, Bupati Malinau menjelaskan permasalahan serapan dan tunggakan gabah petani di Malinau.

Menampung aspirasi dari para Petani, Bupati Malinau Wempi W Mawa berjanji akan menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi.

Baca juga: Gabah Hasil Panen di Malinau Belum Dibayar, Petani Desa Tanjung Lapang Akui Lesu Menggarap Sawah

Baca juga: Perusda Intimung Sebut Program Rasda Malinau Tak Mandek: yang Penting Petani Mau Menunggu Pembayaran

Baca juga: Program Rasda Mandek, Petani Padi Malinau Keluhkan Hasil Panen Tak Terserap Maksimal 

Diantaranya soal permasalahan serapan gabah hasil panen petani yang dibeli Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau melalui Perusda Intimung.

Wempi W Mawa mengatakan saat ini pihaknya tengah menyesuaikan mekanisme pembayaran hasil panen, sebagai bentuk penyesuaian program Rasda Plus.

"Terkait permasalahan ini akan segera kami selesaikan. Saat ini ada perubahan mekanisme pembayaran gabah dari metode sebelumnya," ujarnya, Senin sore (31/5/2021).

Mekanisme pembayaran gabah petani akan dimodali oleh Perusda Intimung. Nantinya Perusda akan mengajukan laporan pertanggungjawaban kepada Pemerintah Daerah.

Selanjutnya, pemerintah daerah akan mencairkan anggaran sesuai jumlah gabah petani yang diterima Perusda.

Wempi W Mawa menjelaskan, saat ini Perusda belum memiliki anggaran karena banyaknya gabah petani yang diterima dalam waktu bersamaan.

"Karena dalam waktu bersamaan begitu banyak gabah dari petani yang masuk. Makanya mekanisme pembayaran kita ubah. Perusda akan modali dulu pembayaran. Setelah itu, bukti-bukti pembayaran nanti yang diproses ke pemerintah," katanya.

Baca juga: Digadang-gadang jadi Sektor Unggulan Daerah, Ini Tanggapan Petani Soal Potensi Pertanian di Malinau

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Petani, Pupuk Kaltim Siapkan Program Agrosolution, Produksi Bisa 2,5 Lipat

Baca juga: Hadiri Tanam Perdana, Bupati KTT Ibrahim Ali Harapkan Petani Penuhi Kebutuhan Beras di Tana Tidung

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved