Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Buka 4 Jalur, Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Nunukan Muhammad Iwan Beber Kendala Jalur Pendaftaran Zonasi

Buka 4 jalur, Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Nunukan Muhammad Iwan beber kendala jalur pendaftaran zonasi.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Orang tua peserta didik sedang konsultasi terkait pendaftaran PPDB kepada panitia di SMAN 1 Nunukan, Jalan Fatahillah, Kelurahan Nunukan Tengah, Rabu (09/06/2021), siang. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Buka 4 jalur, Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Nunukan Muhammad Iwan beber kendala jalur pendaftaran zonasi.

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Nunukan, Kalimantan Utara sudah berlangsung sejak 03-20 Juni 2021 mendatang, melalui Daring.

Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Nunukan, Muhammad Iwan mengatakan, pendaftaran PPDB melalui 4 jalur yakni jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/ wali, dan jalur prestasi.

Baca juga: Daftar Jalur Zonasi SMAN Malinau, Persyaratan Domisili Diterbitkan Minimal Setahun Sebelum PPDB 2021

Baca juga: PPDB Oniline di SMKN 2 Tajung Selor Berjalan Lancar, Buka Tiga Jalur 

Baca juga: PPDB 2021 SMK Negeri Malinau Buka 2 Jalur,  Begini Persyaratan dan Jadwalnya 

Meski begitu, saat ini pendaftaran masih didominasi oleh jalur zonasi. Untuk jalur zonasi, SMAN 1 Nunukan melayani zona 1 dengan 3 kelurahan.

Meliputi Kelurahan Nunukan Timur, kecuali Jalan Pelabuhan Baru, Porsas/ Cik Di Tiro, Manunggal Bakti, Pangkalan Posal, Lumba-lumba, Angkasa dan Sei Sembilan. Lalu, Nunukan Utara dan Nunukan Tengah.

Namun, untuk jalur zonasi menjadi sedikit rumit bagi peserta didik baru termasuk orang tua/ wali yang tidak memiliki handphone (Hp) android.

"Pendaftaran itu secara Daring. Sehingga harus dilakukan di rumah masing-masing. Apalagi yang jalur zonasi. Nah, rumitnya karena masih ada anak yang orang tuanya tidak mampu membelikan hp android untuk anaknya atau orang tuanya sendiri yang juga tidak punya hp," kata Muhammad Iwan kepada TribunKaltara.com, Rabu (09/06/2021), sore.

Lebih lanjut dia katakan, mau tidak mau sekolah harus melayani hingga ke rumah peserta didik baru yang bersangkutan.

"Jadi kami punya tim untuk membantu peserta didik baru mendaftarkan dirinya melalui link aplikasi. Semua dokumen asli di scan dan diunggah ke laman PPDB Provinsi Kaltara. Lalu nanti kami lihat, apakah surat yang diupload sudah betul atau belum. Kalau belum, tim kami yang akan telepon peserta didik yang bersangkutan," ucapnya.

Tak hanya itu, guru yang akrab disapa Iwan itu, juga mengeluhkan soal aplikasi untuk mengukur jarak dari rumah peserta didik baru ke sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved