Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

KPU Nunukan Sebut Hanya 2.944 Orang jadi Pemilih Tetap dari 3.306 DPTb Pilkada 2020, Ini Kendalanya

KPU Nunukan sebut hanya 2.944 orang jadi pemilih tetap dari 3.306 DPTb Pilkada 2020, ini kendalanya.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM
Komisioner KPU Nunukan Mardi Gunawan 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - KPU Nunukan sebut hanya 2.944 orang jadi pemilih tetap dari 3.306 DPTb Pilkada 2020, ini kendalanya.

Belum lama ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Komisioner KPU Nunukan, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Mardi Gunawan, mengatakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan pihaknya sesuai Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Baca juga: Waspada Virus ASF di Nunukan, Plt Camat Krayan Timur Imbau Warga Tak Konsumsi Daging Babi

Baca juga: Diperkirakaan Cerah Berawan di Nunukan Siang hingga Sore Hari Minggu 13 Juni 2021 

Baca juga: 30 Ekor Babi Mati, Kadispertanakan Nunukan Masniadi Minta Warga Waspada Penyakit ASF dan Imbau ini

"Mengacu pada dasar hukum nomor 7 tahun 2017. Salah satu tugas KPU yaitu melakukan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan sesuai data penduduk. Jadi kami melakukan proses peyandingan data pemilih terakhir maupun data penduduk yang terupdate," kata Mardi Gunawan kepada TribunKaltara.com, Minggu (13/06/2021), sore.

Lebih lanjut dia katakan, sementara ini untuk data pemilih baru belum ada sama sekali.

Namun, untuk data Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada Pilkada 2020 lalu dari 3.603 pemilih yang terdafar dan memenuhi syarat untuk masuk dalam data pemilih tetap di KPU hanya 2.944 pemilih.

"Sisanya tidak bisa dimasukkan, karena terkait elemen data kalau hanya nama saja tidak bisa masuk dalam daftar pemilih tetap. Kami harapkan nantinya bisa terjaring kembali saat Pilkades," ucapnya

Menurutnya, kali ini KPU Nunukan melakukan pemutakhiran data pemilih dengan sistem dan cara yang berbeda.

Biasanya harus turun ke lapangan untuk melakukan faktual data, namun kali ini kata Mardi, hanya dalam bentuk koordinasi dengan stakeholder terkait.

"Terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR yang menangani masalah pemakaman. Lalu, TNI-Polri, kami minta data baru pegawai maupun yang sudah pensiun. Lalu, Dukcapil kami minta data pemilih pemula yang sudah genap berusia 17 tahun. Kami juga undang Camat Nunukan dan Camat Nunukan Selatan serta kepala KUA. Tujuannya adalah memintai data pemilih yang berusia di bawah 17 tahun, tapi sudah menikah," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved