Berita Kaltara Terkini

JPU Keberatan Vonis Majelis Hakim PN Tanjung Selor Kepada Iwan Setiawan, Fajar:Kami Bawa ke Pimpinan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) melihat keputusan Majelis Hakim, tidak sesuai yang diharapkan. Akan dibawa ke pimpinan/

Penulis: - | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Penuntut Umum (JPU) Danu Bagus Saat di Ruang Sidang Cakra membahas Putusan Akhir terhadap (IS) atas pencemaran nama baik, Kamis (2/09/2021) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR- Kasus pencemaran nama baik Mantan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie yang melibatkan Dirut PDAM Tarakan, Iwan Setiawan (IS) masih berlanjut.

Proses sidang putusan akhir di Ruang Sidang Cakra yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, Fajar Nuriawan pada Kamis, (2/09/2021).

Dalam jalannya sidang, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) melihat keputusan Majelis Hakim, tidak sesuai yang diharapkan.

Baca juga: Iwan Setiawan Divonis Bersalah, Namun Tak Perlu Jalani Hukuman, Inilah Pertimbangan Majelis Hakim

"Vonis dari Majelis Hakim PN Tanjung Selor akan kami bawa ke pimpinan," ungkapnya.

Lebih lanjut, mengingat vonis yang diberikan kepada (IS) tidak sesuai atas tuntutan JPU, yaitu 12 bulan.

Baca juga: Majelis Hakim Nyatakan Iwan Setiawan Terbukti Bersalah, Pengacaranya Sebut Pikir-pikir

"Kita juga akan pikir-pikir atas vonis itu. Nanti akan kita laporkan lagi kepada Kasi Pisdus, Pak Kejari, termasuk juga MA. Karena Vonisnya tidak sesuai dengan tuntutan kami," tegasnya kepada TribunKaltara.com.

Pihaknya pun akan menunggu keputusan sikap dari Iwan Setiawan atas vonis tersebut, ketika memang pihak terpidana melakukan banding, tentu pihaknya juga akan melakukan banding atas tidak kesesuaian vonis dengan tuntutan pihak JPU.

Ruang Sidang Cakra PN Tanjung Selor sedang persiapan bacaan putusan akhir terhadapa IS, Kamis (2/09/2021).
Ruang Sidang Cakra PN Tanjung Selor sedang persiapan bacaan putusan akhir terhadapa IS, Kamis (2/09/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

“Intinya, kita pikir-pikir juga. Kalau memang ada banding, nanti kita lihat perkembangannya. Karena kan ada diberi waktu selama tujuh hari untuk mempertimbangkan hasil vonis tadi,” pungkasnya.

Diketahui,  terdakwa kasus pencemaran nama baik dengan korban Mantan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, yakni Iwan Setiawan dinyatakan bersalah.

Baca juga: Pencemaran Nama Baik Mantan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Iwan Setiawan Terbukti Bersalah

Keputusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Fajar Nuriawan dalam pembacaan putusan persidangan dengan perkara Nomor 1/Pidsus/2021/PN Tjs, di Ruang Sidang Cakra, PN Tanjung Selor, Kamis (2/9/2021).

Dalam putusan, Dirut PDAM Tarakan ini dijatuhi hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 10 Juta subsider kurungan 1 bulan.

Namun, Majelis Hakim menyatakan bila Iwan Setiawan tidak perlu menjalani pidana tersebut, bila sepanjang masa percobaan selama 6 bulan ke depan Iwan Setiawan tidak melakukan tindak pidana.

Sebelum putusan dibacakan, pihak Majelis Hakim juga memberikan pertimbangan yang meringankan kepada terdakwa Iwan Setiawan.

Diantaranya, Iwan Setiawan dinilai telah berusaha melakukan permintaan maaf kepada korban yakni Irianto Lambrie dan berusaha untuk berdamai. Selain itu, Iwan Setiawan juga belum pernah menjalani hukuman sebelumnya.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Terdakwa IS Siap Jalani Sidang Putusan Kasus Pencemaran Nama Baik

"Hal yang meringankan, terdakwa dan korban sebelumnya kolega, dan terdakwa telah berusaha minta maaf dan melakukan perdamaian, terdakwa belum pernah dihukum," kata Fajar Nuriawan.

Sementara hal yang memberatkan ialah, Iwan Setiawan dinilai telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved