Berita Nunukan Terkini

Diiming-imingi Upah Rp20 juta, Gadis 15 Tahun Terlibat Kasus Sabu 6 Kg asal Tawau, 3 Bandar Diburu

Diiming-imingi uang sebesar Rp20 juta, gadis 15 tahun terlibat dalam pengungkapan kasus sabu 6 Kg oleh Satresnarkoba Polres Nunukan, di Pelabuhan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Press release kasus narkoba dengan BB 6 Kg di Mako Polres Nunukan, Kamis (16/12/2021), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Diiming-imingi uang Rp 20 juta, gadis 15 tahun terlibat dalam kasus sabu 6 Kg oleh Satresnarkoba Polres Nunukan yang diamankan di Pelabuhan Tradisional Haji Putri, pada Senin, (6/12).

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto mengatakan, gadis yang menjadi tersangka itu berinisial S (15). Ia berperan sebagai kurir yang mengambil dan membawa barang sabu 2 Kg dari Tawau, Malaysia menuju Parepare, Sulawesi Selatan.

"Tersangka S mendapat sabu dari seorang bandar di Tawau inisial I. Bandar itu sudah kami tetapkan jadi DPO. Tersangka S sudah putus sekolah. Ia diiming-imingi Rp20 juta apabila 2 Kg sabu lolos sampai ke Pare-pare," kata Ricky Hadianto kepada TribunKaltara.com, Jumat (17/12/2021), pukul 09.00 Wita.

Baca juga: Terungkap Oknum Petugas TKK Satpol PP Bulungan Ditangkap Bawa Sabu 5 Kg, Akui Terima Upah Rp 8 Juta

Tak hanya S, dalam kasus yang sama terlibat dua tersangka wanita berstatus ibu rumah tangga. Dua wanita itu berinisial R (42) dan P (51).

Ricky menerangkan, tersangka R dan P juga berperan sebagai kurir dalam mengambil dan membawa sabu dari Tawau menuju Pare-pare.

Selain itu, tersangka R merupakan orang kepercayaan bandar sabu inisial H (DPO) yang berada di Malaysia.

Baca juga: BNNP Kaltara Kembali Musnahkan 2,8 Kilogram Sabu dan 19 Pil Ekstasi yang Gagal ke Sulawesi

"Tersangka R merekrut P dan dijanjikan upah oleh bandar sebesar RM8000 atau setara Rp27 juta. Upah yang sama juga dijanjikan oleh R kepada P. Bandar di Tawau sengaja rekrut kurir orang Sulawesi Selatan untuk memudahkan pada saat membawa barang," ucapnya.

Menurut Ricky, untuk mengelabui petugas, ketiga tersangka itu menyembunyikan sabu masing-masing 2 Kg di badannya dengan cara dililit menggunakan lakban berwarna putih.

"Begitu dapat informasi dari warga, personel Satresnarkoba Polres Nunukan langsung menuju TKP yang dimaksud. Pada saat dilakukan introgasi, ketiga tersangka mengakui membawa sabu yang disimpan di badannya," ujarnya.

Pemusnahan 2,8 kilogram sabu dan 19 pil ekstasi di Kantor BNNP Kaltara, Kamis (16/12/2021).
Pemusnahan 2,8 kilogram sabu dan 19 pil ekstasi di Kantor BNNP Kaltara, Kamis (16/12/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Tanpa menunggu lama, petugas lalu berkoordinasi dan meminta Polwan untuk memeriksa badan tiga wanita tersangka itu.

"Hasil dari pengeledahan badan ditemukan narkotika golongan I jenis sabu yang dililit di badan menggunakan lakban warna putih sebanyak 6 Kg. Ketiga tersangka itu saling mengajak karena alasan ekonomi," tuturnya.

Lanjut Ricky,"Untuk tersangka R mengenal bandar di Tawau sekira 3 bulan dan sudah tiga kali pengiriman. Lalu, tersangka P sudah melakukan pengiriman 2 kali. Sedangkan tersangka S baru pertama kali. Ketiganya masuk ke Nunukan melalui jalur tikus," tambahnya.

Baca juga: Satresnarkoba Polres Tarakan Musnahkan 113,24 Gram Sabu, 2 Hasil Tangkapan & 1 Serahan BB Lapas

Penyelidikan Penerima Sabu Tak Membuahkan Hasil

Ricky menuturkan, setelah mengamankan tiga tersangka dan barang bukti (BB), personel Satresnarkoba melakukan pengembangan ke Pare-pare untuk menangkap penerima sabu 6 Kg itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved