Berita Tarakan Terkini

Ada Staf Terpapar Covid-19 , Perkuliahan di UBT Dilakukan Secara Daring, Sempat Satu Bulan PTM 

sempat dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan Universitas Borneo (UBT), kini perkuliahan kembali dilakukan secara daring

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas perkuliahan di Gedung FKIP UBT tampak sepi karena kembali dilaksanakan pembelajaran daring. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Setelah sempat dilaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan Universitas Borneo (UBT), kini perkuliahan kembali dilakukan secara daring atau virtual.

Ini dikarenakan ada enam staf di UBT yang terkonfirmasi Covid-19. Diakui Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Adri Patton, pihaknya sudah melaporkan dan langsung dilakukan kegiatan tracing kontak.

“Setelah ditracing, hanya ada enam orang terpapar Covid-19,” urai Prof. Adri Patton.

Baca juga: Belasan Nakes RSUD dr Abdul Rivai Berau Terpapar Covid-19, Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Normal 

Dampaknya lanjut Prof. Adri Patton, perkuliahan kembali dilakukan secara online. Padahal perkuliahan secara PTM baru berjalan sebulan.

Bahkan antusias mahasiswa untuk kembali belajar secara tatap muka begitu tinggi.

“Saya melihat keriunduan mereka untuk belajar tatap muka luar biasa. Tapi lagi-lagi karena kondisi kadang kita tidak mau jangan sampai muncul klaster. Kami juga ada panduan dari kementerian memberikan sepenuhnya hak kepada universitas jika ada darurat bisa lakukan WFH atau tatap muka,” jelasnya.

Baca juga: Imbas 8 Siswa Positif Covid-19, SDN Utama 1 Tarakan Kembali Berlakukan Pembelajaran Daring

Ia melanjutkan, sebenarnya sudah ada persiapan sejak jauh hari untuk tatap muka secara matang full 100 persen.

“Sudah sempat tatap muka sekitar 50 persen bahkan sampai 75 persen kemarin. Hampir satu bulan berjalan dan mahasiswa sudah banyak di kampus, mulai terlihat ada aktivitas,” urai Prof. Adri Patton.

Namun setelah kasus ini muncul seiring Tarakan juga mulai mengalami peningkatan kasus, akhirnya kembali pihaknya memutuskan melakukan Work Home Office (WHO).

Adri Patton, Rektor Universitas Borneo Tarakan.
Adri Patton, Rektor Universitas Borneo Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Bekerja dari rumah ada beberapa. Perkuliahan tetap jalan, ada daring dan luring. Jadi menyesuaikan kondisi,” urainya.

Ia berharap pandemic cepat berlalu. Di satu sisi berharap perkuliahan bisa kembali dilakukan normal sebenarnya.

Baca juga: Disdikbud Tarakan Imbau Sekolah Terapkan Aplikasi PeduliLindungi, Tak Ada Lagi Pembelajaran Daring

“Namun peningkatan kasus di mana-mana. Sehingga kami melakukan pertemuan di kantor bagi 75 persen-25 persen begitu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sejauh ini kondisi staf yang positif Covid-19 gejalanya hanya ringan dan tidak seberat saat ledakan kasus di tahun lalu.

“Saya berharap setelah sembuh, semua kembali baik. Sudah ada juga yang dites negatif. Dalam seminggu bisa normal supaya proses layanan public di universitas dan fakultas bisa optimal,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved