Mutiara Ramadan
Pancasila dalam Perbedaan Awal Ramadhan Tahun 2022
Perbedaan awal Ramadhan adalah keniscayaan yang terjadi karena adanya perbedaan metodologi dalam menentukan awal bulan.
Semua berlangsung dalam suasana legowo saling menghargai dan menghormati pilihan keyakinan masing-masing.
Setiap pilihan tentu memiliki alasan dan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Pilihan oleh masyarakat awam sekalipun, tentu memilih untuk mengikuti ulama yang diyakini dapat mempertanggungjawabkan fatwanya.
Sebagai ilustrasi kalau kita dengan beberapa teman masuk ke warung makan. Kemudian masing-maisng memilih menu makanan dan minuman.
Ada yang pesan nasi kuning dan teh panas, ada yang pesan soto dan teh panas, ada yang pesan rawon dan jeruk panas, ada juga yang tidak pesan makanan hanya minum teh es saja.
Nah bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut ?
(1) Kita harus legowo dan menghargai pilihan masing-masing;
(2) Kita tidak bisa menyalahkan orang lain yang memilih soto, hanya karena kita sendiri memilih nasi kuning misalnya.
(3) Kita bahkan tidak boleh membandingkan pilihan yang satu lebih baik dari yang lainnya, misalnya kita katakan soto lebih bagus daripada rawon.
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada 2 April 2022, Kapan Pemerintah dan Organisasi Islam lain?
Kita yakin setiap pilihan ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Justru hal indahnya adalah di tengah suasana makan dengan menu yang berbeda itu, tak jarang yang satu memuji makanan temannya.
“Nampaknya enak sotonya ?” kata seseorang yang dia sendiri sedang menikmati makanan rawon.
Diapun menjawab,” ya enak ternyata sotonya, saya baru kali ini mencoba.
Biasanya kalau ke warung ini saya senang makan rawon,” katanya kepada temannya yang makan rawon tadi.
Begitulah jika terbangun rasa saling mengerti dan menghargai pilihan masing-masing.
Adapun halnya dengan perbedaan awal puasa Ramadhan sesungguhnya adalah satu. Baik yang mulai hari Sabtu maupun yang mulai hari Minggu sama-sama Ramadhannya tanggal satu.
Persis seperti pita yang dicengkeram burung garuda dalam falsafah Pancasila “bhinneka tunggal ika” berbeda-beda tetapi tetap satu juga, berbeda harinya tetapi tetap sama 1 Ramadhan 1443 Hijriyah.) (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Ketua-MUI-Kaltara2.jpg)