Berita Tana Tidung Terkini

Hasil Petani Cabai Rawit di Kabupaten Tana Tidung tak Cukup, Pasokan Didatangkan dari Berau

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Tana Tidung mengakui hasil petani cabai rawit di Tana Tidung tak mencukup kebutuhan masyarakat.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-DPPP KTT
Para Penyuluh Pertanian DPPP Tana Tidung, saat meninjau lahan perkebunan salah satu kelompok tani di Kabupaten Tana Tidung. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Tana Tidung akui hasil petani tak cukupi kebutuhan masyarakat Tana Tidung, salah satunya kebutuhan cabai rawit.

Kepala Bidang Pertanian, Muhammad Noor Bachtiar mengatakan, hal itu disebabkan oleh minimnya jumlah petani hortikultura di Kabupaten Tana Tidung.

"Cuma ada beberapa kelompok (petani hortikultura) aja. Makanya, untuk kebutuhan cabai yang mereka tanam belum bisa mencukupi kebutuhan di sini," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (25/6/2022).

Baca juga: Makin Pedas, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Tanjung Selor Tembus Rp 160 Ribu Per kilogram

Akibatnya, kebutuhan tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Tana Tidung, harus dipasok dari luar daerah.

Seperti dari Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, bahkan dari Kabupaten Berau.

Bachtiar mengatakan, minimnya jumlah petani di Kabupaten Tana Tidung. Sehingga pihaknya, mendatangkan petani dari luar daerah.

Baca juga: Kisah Jumardi, Petani Cabai Sukses Asal Nunukan, Bisa Beli Mobil hingga Alat Pertanian Sendiri

"Kebanyakan kalau petani hortik kami itu biasanya orang dari luar. Dari sulawesi dan Jawa.

Kalau petani lokal jarang sih, paling untuk kebutuhan sehari-hari aja, untuk di rumah," katanya

Karena kebutuhan pangan yang kerap didatangkan dari luar. Sehingga, harga di pasaran pun cukup sulit ditekan.

Para Penyuluh Pertanian DPPP Tana Tidung, saat meninjau lahan perkebunan salah satu kelompok tani di Kabupaten Tana Tidung.
Para Penyuluh Pertanian DPPP Tana Tidung, saat meninjau lahan perkebunan salah satu kelompok tani di Kabupaten Tana Tidung. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-DPPP KTT)

Sehingga, harga kebutuhan pangan dan hortik di Tana Tidung menjadi tak terkendali.

Meski begitu dia sampaikan, harga pasaran akan naik jika menjelang hari-hari besar. Namun pada hari biasa, harga di pasaran pun akan kembali normal.

"Kalau hari-hari biasa, bisa aja mencukupi kebutuhan dari hasil para petani kita.

Baca juga: Kadisperindagkop Nunukan Sebut Harga Bapok Pasca Idul Adha Stabil Kembali, Sabri: Kecuali Cabai

Kecuali menjelang hari besar lah, yang kebutuhannya banyak. Mungkin itu yang sebabkan harga agak naik," tandasnya.

Sementara itu dia sampaikan, pihaknya telah berupaya meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Tana Tisung, melalui penyuluh di setiap desa.

Namun, menurutnya kebiasaan petani lokal, hanya menanam untuk kebutuhan pribadi bukan untuk dijual.

"Kalau masalah hahan ndak (kurang). Saya rasa sih, sumber daya manusia kayaknya (yang minim).

Baca juga: Harga Cabai Melonjak, Elang Buana Sebut Kota Tarakan Sudah Swasembada Lokal, Tapi tak Mencukupi  

Biasanya, kalau tanam-tanaman seperti cabai atau sayuran lainnya itu bukan untuk dijual lah, untuk (kebutuhan) pribadi aja," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved