Berita Nunukan Terkini

Bencana Longsor Buat Warga Krayan Selatan Terisolir, BPBD Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Bencana longsor sebabkan ribuan masyarakat Krayan Selatan terisolir, BPBD Nunukan tetapkan status tanggap darurat bencana alam: Besok bahas anggaran.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
KOLASE TRIBUNKALTARA.COM / HO KALAK
Situasi jalan penghubung Krayan-Krayan Selatan pasca longsor, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sesuai kaji cepat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana) Kabupaten Nunukan, kejadian bencana longsor pada Senin (05/09/2022) ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Arief Budiman mengatakan SK penetapan status tanggap darurat bencana alam telah dikeluarkan pemerintah daerah.

"Besok rencana dibahas soal pengganggaran bantuan sembako yang akan dikirim ke Krayan Selatan. Karena akses jalan Krayan ke Krayan Selatan sudah terputus," kata Kalak kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Rabu (14/09/2022), malam.

Menurut Arief, bencana longsor mengakibatkan jalan penghubung antara Krayan ke Krayan Selatan sepanjang 200 meter terputus.

Baca juga: DPR RI Gandeng Kemenkop UKM Sosialisasikan Program Inkubasi Bisnis di Nunukan, Pemda Harus Punya ini

Diketahui akses jalan tersebut selama ini digunakan untuk mendistribusikan bahan makanan yang berasal dari Long Bawan (Krayan) terhenti.

Sementara tingkat kebutuhan pokok masyarakat Kecamatan Krayan Selatan terhadap Desa Long Bawan sangat tinggi.

"Untuk beberapa minggu ke depan kebutuhan pokok masyarakat di Krayan Selatan sudah menipis. Makanya dengan status tanggap darurat bencana, kita bisa gunakan biaya tak terduga (BTT) untuk mengirim sembako ke sana," ucapnya.

Kalak beberkan ada sebanyak 13 desa dengan jumlah total sebanyak 2.150 jiwa dari 537 kepala keluarga yang terkena dampak ekonomi dan sosial akibat bencana longsor tersebut.

"Dari Dinas Sosial nanti ada bantuan sembako dan untuk obat-obatan dari Dinas Kesehatan. Masalah fisik jalan kami serahkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Karena itu jalan provinsi," ujar Arief.

Kalak menyampaikan untuk mendistribusikan sembako ke Krayan Selatan, Pemerintah Daerah akan mencarter pesawat 8 kali flight dengan periode 30 hari ke depan.

"Akses jalankan putus jadi harus carter pesawat nanti landing di Long Layu, Krayan Selatan. Saya usulkan dua alternatif, apakah nanti lewat Nunukan atau Malinau. Karena kalau dari Malinau itu agak murah ongkos pesawatnya," tuturnya.

Krayan Selatan Gelap Gulita

Saat ini kata Arief, keadaan di Krayan Selatan gelap gulita karena listrik PLN tidak dapat berfungsi akibat pasokan BBM (bahan bakar minyak) untuk mesin PLN tidak dapat terkirim dari Kecamatan Krayan.

"Pasokan BBM di Krayan Selatan selama ini dari Krayan. Sementara akses jalan terputus, makanya listrik dipadamkan," ungkapnya.

Baca juga: Banjir Bandang di Krayan Nunukan Sebabkan Puluhan Petak Sawah Warga Gagal Panen, Camat Imbau ini

Pembangunan Jalur Jalan Baru

Melihat kapasitas longsor dengan tingkat kerusakan yang sangat tinggi di Krayan Selatan, sehingga penanganan jangka panjang harus dilakukan pembangunan jalur jalan baru.

"Tinggi jalanan itu sekitar 100 meter dan tidak bisa diperbaiki lagi. Kemungkinan besar harus bangun jalur jalan baru. Itu butuh waktu," imbuhnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved