Berita Tarakan Terkini

Semua Daerah Potensi Terjadi Inflasi, Deputi BI Kaltara Beber Upaya TPID, Imbau Warga Belanja Bijak

Bambang Irawanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, berbicara inflasi, tekanan dan risiko tidak hanya dialami di Kaltara tapi juga di banyak daerah

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Bambang Irawanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara ikut menanggapi persoalan inflasi yang terjadi di Kaltara, salah satunya yang sempat disorot yakni Tanjung Selor yang masuk wilayah dengan inflasi tertinggi.

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara melalui Bambang Irawanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, berbicara inflasi, tekanan dan risiko tidak hanya dialami di Kaltara tapi juga di banyak daerah lainnya di Indonesia.

“Bahkan jangan lupa, sebenarnya inflasi atau resiko stagflasi ini terjadi di banyak negara. Contoh bisa lihat inflasinya Turki ya jangan sampai hampir 180 persen mungkin saat ini. Itu juga sangat membahayakan kita, kita tidak mau itu terjadi tentunya,” beber Bambang Irwanto.

Baca juga: Tekan Ongkos Transportasi, Disperindagkop Kaltara Usulkan Mobil Inflasi untuk Angkut Bahan Pokok

Untuk itu lanjutnya, upaya yang dilakukan Bank Indonesia tentunya selama ini terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat kota atau kabupaten dan provinsi.

“Itu kita terus menekan resiko tadi. Contohnya tanggal 25 September nanti akan ada launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang nanti insyaAllah langsung diresmikan Gubernur Kaltara bersama dengan kepala perwakilan kami kan nanti juga kami akan undang pemerintah pemerintah daerah seluruh Kalimantan Utara untuk bisa menghadiri,” bebernya.

Baca juga: Cabai jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Pemkab Nunukan Bakal Bagi Bibit Lombok Unggul ke 20.000 KK

Adapun lanjutnya, wujud kegiatannya, pertama pemberian bibit cabai dan penanaman bersama bibit cabai. Harapannya lanjut Bambang, para petani ini tidak lagi kebingungan untuk mencari produk-produk pertanian mereka.

“GNPIP ini, sudah kita launching di Kota Tarakan 16 Agustus kemarin di salah satu pondok pesantren. Ada pemberian bantuan bibit cabai pada lima kelompok wanita tani. Itu contoh gerakan ataupun langkah yang dilakukan dalam hal bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menanggulangi inflasi,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, bentuk lainnya yakni high level meeting atau rapat koordinasi teknis dan di dalamnya membahas persoalan dan solusi yang akan diambil dalam rangka penanganan inflasi.

Bambang Irawanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara
Bambang Irawanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Menanggapi Kota Tarakan dan Provinsi Kaltara berhasil masuk tiga terbaik penanganan inflasi di wilayah Kalimantan lanjut Bambang, itu tak lepas dari upaya yang sudah dilakukan TPID selama ini.

“Kita terus berharap, inflasi ini kita masih terus jaga. Tahun 2021 kemarin terbukti TPID di Kota Tarakan dan Provinsi Kaltara bahkan menjadi 3 terbaik Kalimantan,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved