Mata Lokal Memilih

17 Partai Politik Ditetapkan sebagai Peserta Pemilu 2024, KPU Larang Parpol Curi Start Kampanye

Sebanyak 17 partai politik ( parpol ) telah ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2024. Nomor urut masing-masing parpol juga telah ditetapkan.

Editor: Sumarsono
TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K
ILUSTRASI - Pemilu 2024 yang akan diikuti 17 partai politik ( parpol ). (TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K) 

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA - Sebanyak 17 partai politik ( parpol ) telah ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2024. Nomor urut masing-masing parpol juga telah ditetapkan.

Berkenaan dengan selesainya tahapan penetapan peserta dan nomor urut, Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menyatakan 17 parpol tersebut kini telah terikat dengan aturan mengenai larangan kampanye di luar jadwal.

"Peserta Pemilu 2024 dalam hal ini parpol yang kemarin ditetapkan KPU terikat pada aturan mengenai larangan kampanye di luar jadwal," kata Anggota KPU RI Idham Holik kepada wartawan, Kamis (15/12).

Idham menjelaskan berdasarkan Pasal 1 ayat (35) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juncto Pasal 1 ayat (25) Peraturan Nomor 23 Tahun 2018, kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri peserta pemilu.

"Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu," kata Idham mengutip pengertian dalam peraturan pemilu.

Baca juga: Partai Perindo Nomor Urut 16 di Pemilu 2024, Hary Tanoesoedibjo: Pacu Semangat Raih Double Digit!

Ia meyakini partai politik yang menjadi peserta pemilu akan memahami dan menaati aturan terkait larangan kampanye di luar jadwal.

"Kami meyakini parpol yang telah ditetapkan sebagai peserta pemilu dapat mematuhi aturan itu," tuturnya.

Pendapat serupa juga dilontarkan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) RI. Mereka mengimbau untuk seluruh parpol tidak melakukan kampanye dini.

Sebab, kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, jika parpol sudah melakukan kampanye dini maka pihaknya sudah masuk kategori melakukan kampanye di luar jadwal.

"Secara teknis hukum kampanye hanya boleh dilakukan di tahapan masa kampanye. Kalau pun sudah ada peserta pemilu namun tidak otomatis sudah bisa kampanye," kata Bagja.

Baca juga: Jawaban Hasto atas Tuduhan Amien Rais soal Pemerintah di Balik Gagalnya Partai Ummat Lolos Pemilu

"Apabila partai politik melakukan kampanye bukan di masa kampanye maka perbuatan parpol tersebut dikategorikan telah melakukan kampanye di luar jadwal," tambahnya

Bagja menjelaskan, masa kampanye telah ditentukan dalam Pasal 276 Perppu 1/2022.

Di pasal tersebut, ditentukan Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267 dan Pasal 275 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf h, dan huruf i, dilaksanakan sejak 25 hari setelah ditetapkan daftar calon tetap anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota untuk Pemilu anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD.

Serta dilaksanakan sejak 15 hari setelah ditetapkan Pasangan Calon untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sampai dengan dimulainya Masa Tenang.

Selanjutnya pada ayat (2) ditentukan Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 ayat (1) huruf f dan huruf g dilaksanakan selama 21 (dua puluh satu) hari dan berakhir sampai dengan dimulainya Masa Tenang.

Baca juga: Partai Kebangkitan Nusantara dan Partai Buruh tak Difaktualkan KPU Tana Tidung, Bisa Ikut Pemilu

"Jadi UU telah menentukan masa kampanye bagi parpol peserta pemilu, calon anggota legislatif dan calon presiden, di luar dari masa tersebut dikategorikan sebagai kampanye di luar jadwal dan aktivitas tersebut di larang oleh UU dan dapat dipidana," tegasnya.

Adapun untuk kategori kampanye sendiri sudah diatur dalam Pasal 275 UU Pemilu jo Pasal 276 Perppu 1/2022 dan larangannya diatur pada Pasal 280 UU Pemilu. (Tribun Network/dan/mar/wly)

Berita menarik Tribun Kaltara lainnya baca di Google News atau Google Berita!

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved