Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Bersama Gubernur Kaltim Isran Noor: Segera Atasi Kematian Ibu dan Anak
Sebenarnya masyarakat di Kalimantan Timur mempunyai penghasilan atau pendapatan yang besar. Hanya tidak digunakan untuk pemenuhan gizi sehari-hari.
TRIBUNKALTARA.COM - Masa tugas Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2018-2023 hampir usai.
Di penghujung pengabdian lima tahunan ini, Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut ada beberapa hal krusial yang harus dituntaskan.
Sebenarnya masyarakat di Kalimantan Timur ( Kaltim ) mempunyai penghasilan atau pendapatan yang besar. Hanya saja tidak digunakan untuk pemenuhan gizi sehari-hari.
Ada yang bahkan memakai banyak perhiasan emas, namun anggota keluarganya mengalami stunting.
“Artinya mereka tidak menggunakan pendapatan atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi makanan,” ungkap Gubernur Kaltim Isran Noor saat berbincang dengan Tribun Kaltim, di ruang kerjanya.
Menjelang akhir tugas, apa saja yang sebenarnya paling krusial dan harus diwujudkan segera?
Ada beberapa hal. Dari sisi indikator kesejahteraan ada dua hal yang menurut saya krusial. Pertama kematian ibu melahirkan, kedua kematian bayi.
Bila melihat sisi pendapatan Kaltim, harusnya tidak terjadi. Harusnya masyarakat sehat.
Di masyarakat ada yang punya penghasilan besar namun tidak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya.
Ada yang memakai banyak perhiasan emas, namun anggota keluarga mereka mengalami stunting. Artinya mereka tidak menggunakan pendapatan untuk memenuhi nutrisi makanan.
Baca juga: Wawancara Eksklusif Bersama Gubernur Kaltim Isran Noor: Saya Warning Eropa dan Amerika soal Carbon
Untuk meminimalisasi kasus kematian ibu dan anak, apa yang akan dilakukan?
Kami melakukan kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan dan Universitas Mulawarman untuk meneliti apa saja penyebabnya.
Sebab kasus kematian ibu dan anak pasti berkaitan juga dengan stunting. Intinya persoalan gizi. Ada beberapa daerah yang tinggi kasus. Seperti Paser dan juga Kutai Timur.
Mudah-mudahan risetnya selesai dalam satu atau dua bulan kedepan, untuk menentukan langkah selanjutnya.
Selain masalah kesehatan, program Rumah Layak Huni (RLH) juga intens digalakkan?
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik Siap Kawal Pemilu 2024, Pastikan Kamtibmas Aman dan Minta ASN Netral |
![]() |
---|
Menhub Bicara Terobosan di Ibu Kota Nusantara, Siapkan Transportasi Berteknologi Tinggi di Hutan IKN |
![]() |
---|
Arsjad Rasjid, Ketua TPN Ganjar Bicara Strategi: Tanya Pak Jokowi, Apa yang Dibutuhkan Presiden |
![]() |
---|
Arsjad Rasjid, Ketua TPN Ganjar Bicara Strategi: Ganjar dari Rakyat Biasa, Mengerti Perasaan Rakyat |
![]() |
---|
Bupati Hamdam Bicara PPU Serambi Nusantara: Tidak Ada Dikotomi Wilayah IKN dan Daerah Sekitarnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.