Berita Malinau Terkini

Kenaikan Harga BBM Picu Kelangkaan di Malinau, Stok Minyak di Wilayah Sulit Akses Perlu Dipantau

Hal paling utama menghadapi kenaikan harga BBM situasi saat ini adalah menjaga ketersediaan BBM atau minyaj di daerah sulit akses perlu dipantau

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Aktivitas masyarakat sedang mengisi bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian wilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ketersediaan stok pasca kenaikan harga BBM atau bahan bakar minya perlu dikawal untuk mengantisipasi potensi kelangkaan.

Khususnya di daerah terluar Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara yang belum memadai dari aspek akses dan ketersediaan sarana transportasi.

Ketua DPRD Malinau, Ping Ding menerangkan hal paling utama menghadapi situasi saat ini adalah menjaga ketersediaan BBM di daerah.

Baca juga: Sektor Transportasi Paling Terdampak Akibat Kenaikan Harga BBM, Ahmad Sebut Pengeluaran Bertambah

"Satu hal yang paling penting adalah jangan sampai terjadi kelangkaan. Kita harus bersama pemerintah cari jalan keluar supaya ini tidak terjadi," ujarnya.

Kenaikan BBM menurutnya juga akan berdampak terhadap semua sektor, mulai dari hulu hingga hilirisasi komoditas.

Di sisi lain, kebijakan yang diterbitkan pemerintah perlu mempertimbangkan wilayah-wilayah yang belum terjamah akses yang memadai.

Baca juga: Harga BBM Naik Berdampak ke Komoditas, Kepala Disperindagkop Tana Tidung: Ada Kenaikan Signifikan

Seperti di Kabupaten Malinau yang berbatasan langsubg dengan negara tetangga, Malaysia. Sarana dan akses perlu diprioritaskan terlebih dulu.

"Dampaknya ke seluruh sektor, baik kesehatan, pertanian termasuk pendidikan akan berdampak. Jadi, masalah akses perlu kita tuntaskan lebih dulu, khususnya di wilayah terluar," katanya.

Aktivitas masyarakat sedang mengisi bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian wilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu.
Aktivitas masyarakat sedang mengisi bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian wilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Diwawancarai terpisah, Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala turut menyampaikan hal yang sama. Khususnya 4 wilayah kecamatan di perbatasan RI-Malaysia.

Baca juga: Benahi Distribusi BBM, DPRD Malinau Bakal Panggil Pihak Terkait, Penyalur dan Pengecer Dilibatkan

"Khususnya di 4 kecamatan yang aksesnya belum memadai seperti di Kayan Hulu, Kayan Selatan, Kayan Hilir dan Sungai Boh. Ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu, agar stok BBM diprioritaskan untuk wilayah kita," ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved