Berita Nunukan Terkini

Sulitnya Mendapatkan Bahan Bangunan di Krayan Nunukan, Harga Semen Tembus Rp 450 Ribu per Sak

Sulitnya akses transportasi menuju Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara menyebabkan harga barang, termasuk bahan bangunan di wilayah perbatasan itu mahal

Penulis: Edy Nugroho | Editor: Sumarsono
Tribun Kaltara
Harga bahan bangunan, seperti semen di Krayan, Nunukan kini mencapai Rp 450.000. Itu pun semen yang berasal dari Malaysia. 

TRIBUNKALTARA.COM, KRAYAN - Sulitnya akses transportasi menuju Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menyebabkan harga barang, termasuk bahan bangunan di wilayah perbatasan itu sangat tinggi.

Tak hanya harganya yang mahal, bahan bangunan juga sulit didapatkan.

Harga semen misalnya, per sak di Krayan kini mencapai Rp 450.000.

Bisa dibayangkan betapa sulitnya ketika warga Krayan ingin membangun rumah.

"Itu masih murah. Kalau pas susah-susahnya, seperti waktu akses dari Malaysia ditutup, pernah sampai Rp 1 juta per sak," ungkap Barnabas, warga Krayan.

Baca juga: SOA Udara ke Dataran Tinggi Krayan di Tahun 2023 Belum Berjalan, Ternyata Ini Kendalanya 

Warga yang bermukim di Desa Long Ummung, Kecamatan Krayan Timur ini mengatakan, sama halnya kebutuhan pokok, barang elektronik maupun mobil, semen dan bahan bangunan lainnya yang dijual di Krayan berasal dari Malaysia.

semen mahal
Meski harga bahan material mahal, bangunan rumah yang dibuat warga Krayan tak kalah megah dengan bangunan yang dibuat di wilayah lain di Kaltara. (Tribunkaltara.com/Edy Nugroho).

Kebanyakan dari Lawas, Serawak.

Untuk diketahui, kota terdekat yang bisa ditempuh mudah dari Krayan adalah Kota Lawas.

Ke kota itu, bisa ditempuh lewat jalur darat selama kurang lebih 4,5 jam. dengan kondisi jalan bisa dibilang cukup mulus.

"Jalannya lewat Long Midang, masuk awal wilayah Malaysia memang kurang bagus. Tapi beberapa kilometer setelah itu, jalan bagus terus sampai Lawas," kata Barnabas.

Baca juga: Breaking News - Kunjungi Daerah 3T di Krayan, Mensos Risma Beri Bantuan Seragam hingga Komputer

Berbekal dokumen berupa pas lintas batas, warga Krayan biasa mondar-mandiri beraktivitas di kedua negara berbatasan ini.

Termasuk ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Tak heran jika hampir 90 persen, barang yang dijual di toko-toko di Krayan, semua barang asal Malaysia.

Bahkan akan lebih langka mencari air mineral merek Indonesia, dibanding minuman merek Malaysia.

"Kalau Aqua sampai di sini, mungkin bisa sampai Rp 15 ribu - Rp 20.000 per botol ukuran kecil.

Karena ongkos bawanya sangat mahal. Sementara minuman dari Malaysia ini, bisa kami jual Rp 5.000 masih untung," kata salah satu pemilik warung di Desa Long Bawan--pusat perekonomian di Krayan.

Baca juga: Jalan Perbatasan Krayan Rusak Parah hingga Putus, Distribusi Sembako dan BBM Terhenti, Listrik Padam

Begitu pun dengan harga bahan bangunan, semen misalnya.

Jika di Tarakan atau Tanjung Selor, Kaltara bisa diperoleh dengan harga Rp 70.000 per sak, kini harga semen di Krayan mencapai Rp 450.000 per sak.

"Itu pun semen Malaysia. Kalau semen dari Indonesia bisa lebih mahal lagi.

Coba dihitung, kalau beli dari Tarakan. Ongkos kirimnya Rp 27.000 per kilogram (Kg), dikalikan 50 Kg, sudah Rp 1.350.000. Itu baru ongkirnya," terang Barnabas lagi.

Mahalnya harga barang di Krayan, dikarenakan sulitnya akses menuju wilayah yang berada di ketinggian rata-rata 900 meter di atas permukaan laut.

Kondisi jalan di Krayan, Nunukan yang rusak parah.
Kondisi jalan di Krayan, Nunukan yang rusak parah. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Tangkapan layar, video kiriman warga)

Dari ibukota provinsi, maupun Tarakan, alat transportasi orang dan barang, selama ini hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat terbang.

Akses jalan darat belum ada. Salah satu akses yang kini sedang dibangun adalah jalan darat dari Krayan - Malinau. Namun itu belum bisa tembus.

Kondisi ini, memaksa masyarakat Krayan lebih banyak menggunakan barang Malaysia daripada barang dalam negeri.

Akses ke kota di Malaysia, jauh lebih mudah dari pada ke ibukota kabupaten di Negeri sendiri. (*)

 

// inset. Semen produk Malaysia yang banyak digunakan warga Krayan.

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved