Berita Malinau Terkini

Kadis Pertanian Malinau Afri Tanggapi Info Puluhan Babi Mati Mendadak di Mentarang Hulu, Minta ini

Kadis Pertanian Malinau Afri ST Padan tanggapi info puluhan babi mati mendadak di Kecamatan Mentarang Hulu, Afri minta ini kepada masyarakat.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Afri ST Padan saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (15/6/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kadis Pertanian Malinau Afri ST Padan tanggapi info puluhan babi mati mendadak di Kecamatan Mentarang Hulu, Afri minta ini kepada masyarakat.

Dinas Pertanian hingga saat ini masih meneliti dugaan keberadaan virus African Swine Flu atau ASF di Kabupaten Malinau.

Sebelumnya, dikabarkan puluhan babi hutan dan ternak dilaporkan mati mendadak di Kecamatan Mentarang dan Mentarang Hulu.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Babinsa di Tarakan Bagi Masker Gratis ke Masyarakat

Baca juga: Kasus Babi Mati Mendadak, Dinas Pertanian Bulungan Sebut Belum Hitung Seluruh Kerugian Peternak

Baca juga: Waspadai Virus African Swine Fever, Distan Bulungan Imbau Warga tak Konsumsi Daging Babi Sakit

Dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi ini, Kepala Dinas Pertanian, Afri ST Padan mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini, Petugas Penyuluh Peternakan belum menemukan kasus puluhan babi mati mendadak baik di Kecamatan Mentarang Hulu maupun di seluruh Kabupaten Malinau.

Dia mengaku sempat menerima laporan masyarakat di Kecamatan Mentarang terkait adanya babi yang mati di hutan.

"Ada masyarakat yang melapor temukan babi hutan mati. Dan hanya sebatas laporan saja, dokumentasinya belum. Kalau di peternakan, petugas kami periksa belum ada," katanya.

Masyarakat diminta untuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau untuk menyampaikan informasi rinci.

Termasuk lokasi dan dokumentasi jika menemukan ada babi hutan atau babib ternak yang mati mendadak guna mempermudah petugas memeriksa kondisi tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini, petugas belum menemukan adanya babi ternak yang mati mendadak di seluruh Kabupaten Malinau.

"Dinas pertanian meminta kerja sama masyarakat. Supaya kalau ada kasus babi mati dilaporkan lokasinya dan sebisa mungkin dikirim dokumentasi ke kami. Supaya PPL bisa turun periksa. Apalagi kalau posisinya pas di hutan," ucapnya.

Kendati belum bisa memastikan kebenaran hal tersebut, Afri menjelaskan Dinas Pertanian telah menyusun langkah antisipasi penyebaran virus ASF.

Peternak diminta menjaga kebersihan kandang ternak, termasuk memperhatikan kualitas pakan.

Demikian halnya kepada masyarakat yang menemukan babi yang mati di hutan supaya tidak dibawa pulang atau dibuang ke sungai.

Baca juga: Waspada Virus ASF di Nunukan, Plt Camat Krayan Timur Imbau Warga Tak Konsumsi Daging Babi

Baca juga: 30 Ekor Babi Mati, Kadispertanakan Nunukan Masniadi Minta Warga Waspada Penyakit ASF dan Imbau ini

Baca juga: 30 Ekor Babi Mati di Wilayah Krayan Timur, Kadispertanakan Nunukan Masniadi Beber Dugaan & Kronologi

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved