Berita Tarakan Terkini

UMKM Jadi Penyumbang Terbesar Tumbuhnya Perekonomian Tarakan, Produk Tembus hingga Mancanegara

Pasca pandemii Covid-19, Tarakan Kalimantan perekonomian semakin membaik, karena adanya pelaku UMKM yang mempasarkan produknya hingga keluar negeri.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Ketua UMKM Kota Tarakan (jilbab merah) saat melayani pelanggannya. Ia turut merasakan manfaat dari program KUR BRI dan menjadi binaan Bank Indonesia termasuk dalam proses transaksi digital menggunakan QRIS. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Tiga tahun pasca pandemi Covid-19 melanda, perekonomian di Tarakan terus membaik. Adalah UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), salah satu sektor pendukung pemulihan ekonomi di Bumi Paguntaka.

Ini terbukti memasuki tahun ketiga, tercatat pertumbuhan ekonomi di Tarakan 87 persennya ditopang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kemudian jumlah tenaga kerja mencapai 93 persen bekerja di sektor UMKM.

Data ini disebutkan Walikota  Tarakan, dr.Khairul, M.Kes saat kegiatan pembukaan pelatihan berbasis kompetensi di UPTD Lembaga Latihan Kerja Tarakan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, dimana salah satu jenis pelatihannya menyasar ibu rumah tangga diberdayakan menjadi pelaku UMKM pada Selasa (7/2/2023).

“Hanya 7 persen bekerja sektor formal sehingga harus sektor UMKM ini harus terus didorong. Dan jika melihat pertumbuhan UMKM kita dari awal 2019 menjabat hanya sekitar 7.000-an lebih UMKM. Sekarang, di September 2022 angka mencapai 24.000 UMKM di Kota Tarakan,” kata Khairul

Baca juga: 500 Pelaku UMKM akan Dapat Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Setahun, DKUKMP Tarakan Proses Pendataan

Muara dari peningkatan ini berdampak pada keberhasilan pembangunan daerah dimana secara makro dapat diukur melalui IPM (Indeks Pembangunan Manusia), pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran.

Tahun 2021, masih di bawah kepemimpinan Khairul bersama Effendi Djuprianto di tahun 2021 telah mencatatkan nilai IPM Tarakan 76,23, meningkat 0,54 poin dibanding tahun 2018.

Capaian IPM Tarakan ini tertinggi di Wilayah Kalimantan Utara, dan lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Kalimantan Utara yang mempunyai IPM sebesar 71,19 dan lebih tinggi dari IPM rata-rata nasional yang sebesar 72,29.

Agregat pembentuk IPM kota Tarakan adalah usia harapan hidup kota Tarakan, di mana angka harapan hidup di Kota Tarakan adalah 74,04 tahun, Angka rata-rata lama sekolah 9,98 tahun, dan pengeluaran per kapita 11,201 juta per bulan.

Wali Kota Tarakan tak menampik, ekonomi Tarakan sempat mengalami kontraksi hingga minus 0,78 persen seiring dengan pandemi Covid-19 yang melanda bukan hanya secara nasional, melainkan di seluruh dunia.

Baca juga: Kenalkan Produk Kaltara, Pengelola GTM Siapkan Space Bagi Pelaku UMKM, Lantai Empat Sudah Penuh

Kemudian, berbagai upaya telah dikerahkan, aktivitas perekonomian masyarakat pun tetap diperbolehkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dan seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi Tarakan mencatatkan angka 4,02 persen dengan inflasi angka 2,83 persen di tahun kemarin.

“Kontraksi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih kemarin, masih menyisakan banyak tantangan bagi Pemerintah Kota Tarakan, angka kemiskinan tahun 2021 yang meningkat 0,47 persen dari tahun 2020,” terangnya dalam kesempatan wawancara bersama awak media.

Kemudian memasuki 2023, Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes mengatakan, pertumbuhan ekonomi bisa berhasil salah satu faktornya bergantung pada sehatnya pertumbuhan UMKM.

“Sekali lagi saya sampaikan pertumbuhan ekonomi di Tarakan 87 persen ditopang UMKM. Ada pertambahan empat kali lipat sehingga Tarakan memiliki atmosfer untuk UMKM yang sangat luar biasa,” ungkap Khairul.

Ketua UMKM Kota Tarakan (jilbab merah) saat melayani pelanggannya. Ia turut merasakan manfaat dari program KUR BRI dan menjadi binaan Bank Indonesia termasuk dalam proses transaksi digital menggunakan QRIS.
Ketua UMKM Kota Tarakan (jilbab merah) saat melayani pelanggannya. Ia turut merasakan manfaat dari program KUR BRI dan menjadi binaan Bank Indonesia termasuk dalam proses transaksi digital menggunakan QRIS. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Salah satu upaya pemerintah yakni bekerja sama dengan perbankan, BUMN dan swasta agar UMKM tetap hidup dan bisa terus bertumbuh, bantuan modal diberikan melalui KUR dari perbankan seperti BRI yang berbagai program bantuannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved