Opini
Debat Pilkada Adu Visi-Misi, Bukan Sensasi
Debat kandidat yang disiarkan live di televisi maupun media sosial sepertinya belum menunjukkan gambaran mengenai visi-misi paslon jelang Pilkada.
Kita masih ingat ketika debat Capres antara Prabowo yang seakan diserah dua lawannya, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Ketika itu, Anies dan Ganjar memberikan nilai kepada Prabowo yang jauh di luar logika. Jadi ada kesan keduanya meremehkan Prabowo.
Yang terjadi di masyarakat, justru apa yang dilakukan Anies dan Ganjar “menyerang” Prabowo hingga membuatnya tampak sedih dan menangis membuat masyarakat simpatik. Oleh tim pemenangan Prabowo-Gibran diolah hingga ramai di media sosial.
Menanggapi debat publik pertama Pilkada Kaltim, pakar komunikasi dari FISIP Universitas Mulawarman, Silviana Purwanti mengatakan, ada beberapa aspek penting dalam debat, terutama dari sudut pandang komunikasi politik.
Satu hal yang menonjol adalah bagaimana masing-masing calon memanfaatkan retorika (seni dalam berbicara) untuk memengaruhi persepsi publik. Menurutnya beberapa calon terlihat mampu menyusun argumen dengan baik dan menyampaikannya secara persuasif.
Namun, ada juga yang masih kurang mengoptimalkan kesempatan untuk memberikan pesan yang jelas dan efektif dalam menjabarkan visi-misinya.
Menurutnya, penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas adalah kunci utama agar pesan bisa diterima dengan baik.
Namun di beberapa kesempatan, hal ini masih belum tercapai. Selain itu, komunikasi non-verbal selama debat juga memainkan peran penting.
Ekspresi wajah, gestur tubuh, serta nada bicara para kandidat turut memengaruhi bagaimana audiens menafsirkan keseriusan serta kejujuran dari program-program yang mereka tawarkan.
Jadi sangat disayangkan kandidat yang seringkali lebih fokus pada serangan personal atau tanggapan emosional dibandingkan penjelasan substansial terkait program kerja.
Hal ini bisa mengalihkan perhatian publik dari inti persoalan yang sebenarnya harus dikaji lebih mendalam
Debat publik ini jelas menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur kemampuan para calon dalam merespons masalah yang dihadapi Kaltim. Namun, dengan fokus yang masih berat pada serangan verbal dan retorika.
Mengubah Persepsi Pemilih
Debat kandidat dalam Pilkada berperan penting dalam membentuk persepsi pemilih terhadap para paslon kepala daerah. Melalui debat, para paslon memiliki kesempatan untuk menyampaikan visi-misi, serta program kerja yang akan mereka laksanakan jika terpilih.
Selain itu, debat juga menjadi ajang bagi pemilih untuk melihat sikap, pengetahuan, dan kemampuan komunikasi paslon.
Hal ini seringkali menjadi indikator penting dalam menilai kepemimpinan mereka. Melalui debat, pemilih bisa mendapatkan informasi langsung dari para paslon mengenai program mereka, seperti pembangunan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Sumarsono2.jpg)