Selasa, 2 Juni 2026

Opini

Menanti Janji Kepala Daerah Terpilih

Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Kabupaten dan Kota maupun KPU Provinsi sudah terlihat pasangan calon kepala daerah terpilih

Tayang:
Editor: Amiruddin
DOK
Sumarsono, Pemimpin Redaksi TribunKaltara.com 

- Pilkada Kutai Timur, pasangan Ardiansyah Sulaiman–Mahyunadi meraih 52,98 persen suara, mengalahkan Kasmidi Bulang–Kinsu 47,02 persen suara.

- Pilkada Penajam Paser Utara, pasangan Mudyat Noor–Abdul Waris Muin meraih 37,51 persen, mengalahkan Desmon–Naspi 20,08 persen suara, Andi Harahap–Dayang Donna Walfries 20,07 persen, dan petahana Hamdam–Ahmad Basir 15,89 persen.

- Pilkada Mahakam Ulu, pasangan Owena Mayang Shari–Stanislaus Liah unggul dengan 44,39 persen. Pesaingnya Novita Bulan–Artya Fathra 37,42 persen, dan Yohanes Avun–Y. Juan Jenau 17,42 persen

- Pilkada Bontang, pasangan Neni Moerniaeni–Agus Haris unggul 43,4 persen suara dari Basri Rase–Chusnul Dhihin  26,61 persen, Najirah–Muhammad Aswar 23,33 persen, dan Sutomo Jabir–Nasrullah 6,33 persen suara.

- Terakhir Pilkada Kutai Barat, pasangan Frederick Edwin–Nanang Adriani menang dengan 39,62 persen suara dari pasangan Ahmad Syaiful–Jainuddin 31,37 persen dan Sahadi–Alexander Edmond 28 persen suara.

Sementara untuk Pilkada Serentak di Kalimantan Utara, mayoritas petahana masih bertahan. Untuk Pilgub Kaltara, pasangan Zainal A Paliwang-Ingkong Ala (ZIAP) memang dengan 194.021 suara. Menyisihkan Sulaiman-Adri Patton 40.228 suara, dan Yansen TP – Suratno memperoleh 97.244 suara.

Pilkada Tarakan dimenangkan pasangan Khairul-Ibnu Saud lawan kotak kosong. Pilkada Bulungan, pasangan Syarwani-Kilat unggul dari pesaingnya Datu Iman- Ase.

Pilkada Malinau, pasangan petahanan Wempi W Mawa-Jakaria menang mutlak dari kolom kosong. Pilkada Nunukan, pasangan  Irwan Sabri-Hermanus ungguli dua paslon lainnya, yakni Andi Akbar-Serfianus dan Basri-Hanafiah.  

Dan terakhir, Pilkada Tana Tidung, pasangan Ibrahim Ali-Sabri unggul 439 suara dari paslon Said Agil-Hendrik.

Nama-nama pasangan kepala daerah yang unggul dari hasil rekapitulasi akan ditetapkan menjadi pasangan calon kepala daerah terpilih setelah putusan final dari Mahkamah Konstitusi (MK). 

Siapapun yang kepala daerah terpilih secara demokratis tentu kita harus menghormati hasilnya. Masyarakat Kaltim dan Kaltara menunggu siapa pemimpin barunya lima tahun ke depan.

Harapannya, kepala daerah terpilih bisa menjalankan amanah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok. 

Artinya, ketika kepala daerah dilantik bekerja untuk masyarakat, bukan lagi kepentingan partai pengusung, relawan atau tim pemenangannya. Jangan sampai setelah menang dan duduk di kursi kekuasaan dilanjutkan dengan bagi-bagi hasil kemenangan.

 

ILUSTRASI - Pemilu 2024. Minggu 8 Desember 2024 hampir bersamaan telah digelar rapat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilkada Serentak 2024, termasuk di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Kabupaten dan Kota maupun KPU Provinsi sudah terlihat pasangan calon kepala daerah terpilih atau menang. (TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K)
ILUSTRASI - Pemilu 2024. Minggu 8 Desember 2024 hampir bersamaan telah digelar rapat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilkada Serentak 2024, termasuk di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.  (TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K)

 

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved