Opini
Pers Bebas Mengkritik, Merdeka dari Intrik
Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan pers adalah pilar utama demokrasi yang harus terus dijaga.
Oleh karena itu, menjaga kemerdekaan pers bukan hanya tugas wartawan, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus memberikan ruang yang aman bagi kerja-kerja jurnalistik.
Pers yang bebas adalah pers yang berani.
Pers yang merdeka adalah pers yang tidak bisa diintervensi.
Dan selama pers tetap berpegang pada etika, independensi, serta keberanian menyuarakan kebenaran.
Maka demokrasi akan tetap hidup, tanpa harus tunduk pada tekanan, intimidasi, ataupun intrik kekuasaan.
Baca juga: Ancaman terhadap Kebebasan Pers, PWI Bulungan Kecam Teror Kepala Babi ke Kantor Media Tempo
(*)
| Minyak Global Mahal: Kemandirian Energi, Mendesak |
|
|---|
| Kartini Bukan Sekadar Riasan dan Kebaya: Refleksi Perjuangan Perempuan Masa Kini |
|
|---|
| Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan, Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Global |
|
|---|
| Refleksi Idul Fitri: Aktivis dan Perlindungan dalam Kebebasan Akademik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Ketua-PWI-Bulungan-Fathu-Rizqil-Mufid-03052026.jpg)