Rabu, 20 Mei 2026

Opini

BI Rate Respons Guyuran Likuiditas Pemerintah

Penulis menilai trerjadi perubahan dari mazhap pro stabilitas (stability) ke pertumbuhan (growth).

Tayang:
Editor: Amiruddin
HO/Margiyono
BI RATE - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan, Dr. Margiyono. Penulis menilai trerjadi perubahan dari mazhap pro stabilitas (stability) ke pertumbuhan (growth). 

Jadi pekerjaan rumah kita selanjutnya adalah merubah uang menjadi barang dan jasa. Artinya kita, harus menyalakan mesin sektor riil untuk mulai bekerja dan menambah kapasitas.  

Dorong Peningkatan Kinerja Sektor Riil

Untuk mendukung langkah strategis pemerintah yang mengguyur likuiditas sektor riil, Bank Indonesia membuka katup kredit menjadi lebar. Katup kredit dibuka dengan menurunkan bunga acuannya. 

Dalam hal ini adalah BI rate. Karena likuiditas harus segera di dorong untuk diserap. Jangan sampai menggenang terlalu lama di perbankan. Berkaitan dengan itu,  harus ada kebijakan pendukung  yang mendorong serapannya. 

Untung tadi sore  sekitar jam 15.30 saya mendapatkan informasi dari DKOM  Bank Indonesia bahwa, BI rate diturunkan lagi sebesar 25 basis point. Bulan Agustus BI rate masih 5 % , namun pada periode September 2025 diturunkan menjadi 4,75 % .

 Respon BI ini menunjukan sinergitas Otoritas Fiskal dalam hal ini Pemerintah dengan Otoritas Moneter dalam hal ini Bank Indonesia. Tujuan kebijakan ini untuk mendorong sektor riil tumbuh lebih tinggi. Sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi.

Kondisi itu hanya akan tercapai jika mendapatkan dukungan dari semua pihak. Terutama dari perbankan, karena bank  menjadi institusi kunci dalam implementasi kebijakan pemerintah pusat dan Bank Indonesia.  Respon yang paling diharapkan dari perbankan adalah menurunkan bunga kreditnya. 

Menurunkan bunga berarti menurunkan harga jual kredirnya. Betul bahwa, marjin profitnya menurun. Akan tetapi harus diingat bahwa, bunga kredit yang rendah akan mendorong permintaan kredit akan semakin besar. 

Karena hukum permintaan kredit mengatakan bahwa “bunga kredit yang rendah akan meningkatkan jumlah permintaan kredit”. 

(*)

Baca Berita Terkini Tribun Kaltara di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved