Opini
Kebocoran Ekonomi dan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan
Untuk mendeteksi kebocoran ekonomi bisa dengan pendekatan faktual dan basis data. Secara faktual bisa kita lihat apakah barang yang beredar.
Daerah yang lebih kuat akan mendominasi daerah yang lebih lemah.
Kekuatan itu ditentukan oleh kepemilikan fasilitas, modal, teknologi dan sumberdaya manusianya.
Hal itu munculkan pihak yang menentukan dan ditentukan. Daerah yang lemah lebih banyak ditentukan. Artinya daerah itu akan dihisap sumberdayanya.
Misalnya, daerah yang kaya tambang namun tidak memiliki; modal, sumberdaya manusia dan teknologi maka tambangnya akan dieksplorasi oleh penduduk daerah lain yang memiliki modal, sumberdaya manusia dan teknologi.
Akhirnya tambang itu secara ekonomi akan lebih memberikan manfaat bukan pada penduduk setempat.
Fenomena itu bukan hanya terjadi antara satu provinsi dengan lainnya. Akan tetapi sangat mungkin antara satu negara dengan negara lain.
Baca juga: Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Kembali Digelar, Kelilingi Lima Wilayah 3T Bawa Rp 8 Miliar
INDIKASI KEBOCORAN EKONOMI DI KALIMANTAN UTARA
Untuk mendeteksi kebocoran ekonomi bisa dengan pendekatan faktual dan basis data. Secara faktual bisa kita lihat apakah barang yang beredar, diproduksi di daerah itu atau daerah lain.
Apabila lebih banyak barang dari daerah lain berarti uang yang dibelanjakan masyarakat mengalir ke daerah produsen.
Itu artinya energi ekonominya dinikmati oleh daerah asal barang yang dikonsumsi masyarakat setempat.
Apabila menggunakan data bisa membandingkan antara barang yang masuk dengan yang keluar.
Bisa juga antara jumlah uang yang ditransfer dari daerah lain dibanding dengan uang yang ditransfer keluar. Jika banyak yang keluar maka ekonomi daerah itu bocor.
Bisa juga dilihat dari ketidakserasian antar sektor.
Apabila kontribusi sektor primer terhadap PDRB tinggi, sementara skundernya rendah, atau bahkan sektor tersiernya tiba-tiba tinggi, ekonomi daerah itu terindikasi juga mengalami kebocoran.
Sektor primer adalah lapangan usaha yang mengekstrasi sumberdaya alam yaitu sektor pertanian dan pertambangan.
| Kartini Bukan Sekadar Riasan dan Kebaya: Refleksi Perjuangan Perempuan Masa Kini |
|
|---|
| Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan, Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Global |
|
|---|
| Refleksi Idul Fitri: Aktivis dan Perlindungan dalam Kebebasan Akademik |
|
|---|
| Menekan Defisit Primer Fiskal Kalimantan Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Margiyono-baru.jpg)