Rabu, 22 April 2026

Opini

Kebocoran Ekonomi dan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan

Untuk mendeteksi kebocoran ekonomi bisa dengan pendekatan faktual dan basis data. Secara faktual bisa kita lihat apakah barang yang beredar.

Editor: Sumarsono
IST
Dr. Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan 

Oleh: Dr. Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan

TRIBUNKALTARA.COM - Lain ladang lain belalang. Beda daerah beda juga masalahnya. Perbedaan itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Bisa aspek historis, geografis, sosiologis, sumberdaya atau kebijakan.

Secara historis Kalimantan adalah wilayah yang kaya sumberdaya tambang.

Dari 5 provinsi yang ada tiga provinsi berbatasan langsung dengan Serawak dan sabah Malaysia yaitu Kalbar, Kaltim dan Kaltara.

Kedekatan geografis itu lahirkan hubungan sosial dan ekonomi yang juga erat. Oleh karena alasan keterbatasan, banyak sumberdaya Kalimantan di transfer ke Jawa dan Malaysia.

Konsekuensi perdagangan banyak produk  hasil pabrikasi dari Jawa dan beberapa produk Malaysia dikirim ke Kalimantan.

Artinya bahwa, Kalimantan baik secara domestik atau hubungan luar negeri mengalami kebocoran ganda sumberdaya.

Baca juga: Rupiah Menguat, Lepas Dollarmu Sekarang!

Isu ini penting kita bahas oleh karena beberapa alasan;

 (1). Hal itu dianggab biasa sehingga kurang menjadi perhatian kandidat pemimpin yang saat ini sedang berkompetisi.

(2) Dampak itu mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial.(3) Intrusi ringgit ganggu kedaulatan rupiah.

APA ITU KEBOCORAN EKONOMI?

Kebocoran ekonomi beda jika dibandingkan dengan kebocoran anggaran. Ia   bukan masalah hukum.! Apalagi pidana. Sama sekali bukan!.  

Kebocoran ekonomi adalah  fenomena ekonomi yang muncul oleh karena mekanisme permintaan dan penawaran. Atau kekuatan pasar.

Kekuatan mekanisme itu melahirkan kesepakatan harga dan jumlah barang.  Atas kesepakatan itu melahirkan prinsip “penjatahan”. Konsekuensi logisnya  yang tidak sepakat tersingkir.

Dalam kaitan mekanisme pasar antara satu wilayah dengan wilayah yang lain juga terdapat aktifitas permintaan dan penawaran.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved