Rabu, 22 April 2026

Opini

Kebocoran Ekonomi dan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan

Untuk mendeteksi kebocoran ekonomi bisa dengan pendekatan faktual dan basis data. Secara faktual bisa kita lihat apakah barang yang beredar.

Editor: Sumarsono
IST
Dr. Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan 

Bahkan hanya bisa ditempuh dengan pesawat. Misalnya Krayan di Kabupaten Nunukan dan Bahau Ulu di Kabupaten Malinau.  

Berbeda dengan sebatik, lebih dipengaruhi oleh jarak yang sangat dekat. Jarak Sebatik dengan kota dagang Tawau hanya 15 menit speed kecil. Sangat dekat.

 Pola yang terjadi adalah, masyarakat Krayan, Bahau Ulu dan Sebatik menjual hasil kebun, pertanian dan peternakannya ke Malaysia.

Aktivitas itu  mereka peroleh  ringgit, yang akan digunakan untuk belanja produk pabrikasi dari Malaysia.

Sebagian dikonversi ke Rupiah yang kemudian dikirim ke putra puti Mereka yang belajar di perkotaan Kaltara, Kalimantan dan Kota lain di Indonesia.

 Betul bahwa Bank Indonesia secara rutin mengirimkan rupiah ke perbatasan. Sebagai upaya menjaga kedaulatan Rupiah.

Hal itu hanyalah solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang adalah prioritas pembangunan infrastruktur transportasi. Baik oleh  pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

Hal itu mutlak, karena menyangkut kedaulatan negara.

Ketersediaan transportasi mudah, murah dan nyaman akan membantu pengintegrasian ekonomi antara perbatasan dengan pusat kota di Kaltara.  

 Sinergitas BI dengan pemerintah menjamin  kedaulatan  rupiah di perbatasan.

Hal itu sangat penting dan mendesak (urgent), karena menyangkut kedaulatan negara.   (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved