Opini
Kebocoran Ekonomi dan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan
Untuk mendeteksi kebocoran ekonomi bisa dengan pendekatan faktual dan basis data. Secara faktual bisa kita lihat apakah barang yang beredar.
Bahkan hanya bisa ditempuh dengan pesawat. Misalnya Krayan di Kabupaten Nunukan dan Bahau Ulu di Kabupaten Malinau.
Berbeda dengan sebatik, lebih dipengaruhi oleh jarak yang sangat dekat. Jarak Sebatik dengan kota dagang Tawau hanya 15 menit speed kecil. Sangat dekat.
Pola yang terjadi adalah, masyarakat Krayan, Bahau Ulu dan Sebatik menjual hasil kebun, pertanian dan peternakannya ke Malaysia.
Aktivitas itu mereka peroleh ringgit, yang akan digunakan untuk belanja produk pabrikasi dari Malaysia.
Sebagian dikonversi ke Rupiah yang kemudian dikirim ke putra puti Mereka yang belajar di perkotaan Kaltara, Kalimantan dan Kota lain di Indonesia.
Betul bahwa Bank Indonesia secara rutin mengirimkan rupiah ke perbatasan. Sebagai upaya menjaga kedaulatan Rupiah.
Hal itu hanyalah solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang adalah prioritas pembangunan infrastruktur transportasi. Baik oleh pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.
Hal itu mutlak, karena menyangkut kedaulatan negara.
Ketersediaan transportasi mudah, murah dan nyaman akan membantu pengintegrasian ekonomi antara perbatasan dengan pusat kota di Kaltara.
Sinergitas BI dengan pemerintah menjamin kedaulatan rupiah di perbatasan.
Hal itu sangat penting dan mendesak (urgent), karena menyangkut kedaulatan negara. (*)
| Kartini Bukan Sekadar Riasan dan Kebaya: Refleksi Perjuangan Perempuan Masa Kini |
|
|---|
| Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan, Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Global |
|
|---|
| Refleksi Idul Fitri: Aktivis dan Perlindungan dalam Kebebasan Akademik |
|
|---|
| Menekan Defisit Primer Fiskal Kalimantan Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Margiyono-baru.jpg)